Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Kare Kambing Pasar Turi
Handphone-PDA Elektronik komputer-Perangkat Lunak
jasa Rent Car jasa pembuatan website Jasa Fotografi jasa pembuatan desain grafis
Movie Musik movie Box office musik Terlaris
Showing posts with label renungan diri. Show all posts
Showing posts with label renungan diri. Show all posts
Wednesday, May 27, 2015 | 7:18 PM | 0 Comments

MENGAPA KITA HARUS MENJAUHI RIBA

APA ITU RIBA
Riba di dalam bahasa Arab berarti “bertambah”. Maka segala sesuatu yang bertambah dinamakan riba.
Menurut istilah, riba berarti : menambahkan beban kepada pihak yang berhutang (riba hutang piutang) atau menambahkan takaran saat melakukan tukar menukar 6 komoditi (emas, perak, gandum, syair, kurma dan garam) dengan jenis yang sama, atau tukar menukar emas dengan perak dan makanan dengan makanan dengan cara tidak tunai (dikenal dengan Riba Jual Beli).

LARANGAN RIBA DALAM AL QURAN DAN AS SUNNAH
Tidak seorang muslim pun yang menyangkal haramnya hukum riba. Teks Al quran begitu jelas menyatakan bahwa Allaah telah mengharamkan riba. Allaah berfirman,
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Al baqarah ayat 275
Kemudian Allaah juga memerintahkan orang-orang beriman untuk menghentikan praktik riba. Allaah berfirman,
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Al baqarah 278
Dan Allaah mengancam akan memerangi orang-orang yang tidak menuruti perintahNya untuk meninggalkan riba. Allaah berfirman,
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Al baqarah 279
Di dalam hadist Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar seorang muslim menjauhi riba karena riba termasuk salah satu dari tujuh dosa besar. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Jauhi tujuh hal yang membinasakan! Para sahabat berkata, “wahai Rasulullaah! Apakah itu? Beliau bersabda, “syirik kepada Allaah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allaah tanpa haq, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh wanita beriman yang lalai berzina (muttafaq ‘alaih).
Begitu besarnya dosa riba, pantas Rasulullaah melaknat pelakunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallaahu ‘anhu,
Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semua (berdosa). HSR. Muslim).
DAMPAK RIBA
Seorang muslim meyakini bahwa segala sesuatu yang diharamkan Allaah pasti berdampak buruk terhadap manusia. Karena Allaah Maha Bijaksana dan tidak mungkin melarang sesuatu yang berguna bagi hambaNya.
Tak ayal lagi, riba yang diharamkan oleh Allaah yang merupakan salah satu dosa besar pasti berakibat buruk terhadap pribadi, masyarakat dan ekonomi. Berikut ini penjelasan beberapa dampak buruk riba.
1.Dampak Riba terhadap Pribadi
dr Abdul Aziz Ismail (dosen di salah satu fakultas kedokteran di Mesir) dalam bukunya “Islam dan Kedokteran Modern” menyatakan bahwa riba merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit gangguan jantung. Dikarenakan seorang Murabi (rentenir/pelaku riba) memiliki sifat tamak dan kikir terhadap harta bahkan sampai pada tahap sebagai pemuja harta. Padahal roda ekonomi berputar tidak selamanya searah dan teratur. Maka tatkala terjadi gunjang ganjing ekonomi tidak jarang penyakit jantung, bahkan berakibat stroke, pendarahan di otak dan mati mendadak.
Seorang murabi sebagai pemuja harta tidak memiliki sifat belas kasih. Padahal sifat belas kasih sangat dibutuhkan oleh setiap pribadi. Karena sifat ini merupakan ciri khas manusia maka orang yang tidak memilikinya dikatakan tidak berperikemanusiaan. Dalam kenyataannya, rentenir dikenal dengan julukan lintah darat, dimana dia menghisap darah orang yang diberi kredit tanpa rasa belas kasih. Dia tidak memperdulikan isak tangis dan rintihan orang yang diberinya kredit untuk diberi kesempatan agar dapat membayar hutang dan bunganya. Dia serta merta menyita rumah dan tanah penerima kredit untuk menutupi hutang dan bunga tanpa memikirkan kondisi si miskin

Dan sifat prikemanusiaan tersebut bukan saja dicabut dari hati murabi perorangan, termasuk juga murabi dalam bentuk sebuah institusi.

Di awal pertengahan tahun 2011 salah satu bank internasional di Indonesia melakukan tindak kekerasan fisik terhadap salah satu seorang pemegang kartu kreditnya di dalam salah satu ruangan di kantor pusat bank tersebut, yang berakibat kepada kematian nasabah tersebut. Tindakan kekerasan tersebut disebabkan pemegang kartu tidak mau membayar bunga yang jauh lebih besar dari perkiraannya. Dikarenakan korban merupakan salah satu seorang pengurus pusat partai politik di Indonesia kasusnya dibahas oleh DPR. Dan DPR merekomendasi kepada BI untuk menjatuhkan sanksi terhadap bank tersebut atas tindakan pelanggaran HAM yang dilakukannya.
2.Dampak Riba terhadap kehidupan bermasyarakat
Ciri khas masyarakat madani ditandai dengan hubungan saling mengasihi dan saling mencintai antara individu anggota masyarakat, bagaikan satu tubuh. Bila salah satu organnya sakit maka organ yang lain juga merasakan perihnya. Kondisi ini tidak mungkin tercipta, jika terdapat seorang anggota masyarakat yang melakukan praktik riba. Karena ia tanpa perikemanusiaan selalu berusaha menghisap harta setiap anggota masyarakat yang lainnya.
Dalam “mausu’ah iqtishadiyyah (ensiklopedi ekonomi) disebutkan, “riba memainkan peranan penting dalam kehancuran masyarakat terdahulu…dimana pemberi pinjaman tanpa belas kasih menyita kebun para penerima pinjaman jika mereka tidak mampu membayar hutang yang menjadi berlipat ganda karena ditambah bunga. Jika harga kebun belum mencukupi untuk menutupi hutang yang sudah berlipat ganda itu maka mereka merampas hak kemerdekaan para peminjam dan menjadikan mereka para budak yang diperjualbelikan.
Bila para penerima pinjaman tersebut sudah tidak lagi memiliki rumah tempat dan lahan bercocok tanam untuk menutupi kebutuhan pokok mereka dan keluarganya, sangat mungkin mereka akan menempuh jalan pintas yang tidak terhormat guna menyambung hidup mereka dan anak-anak mereka. Maka bermunculanlah berbagai tindak kejahatan: pencurian, penodongan, perampokan, dan lain sebagainya.
Demikian hilanglah rasa aman dan ketentraman dalam masyarakat tersebut berganti menjadi: ketakutan, penindasan, dan tidak jarang berakhir dengan pembunuhan.
3.Dampak riba terhadap Ekonomi
Banyak akibat buruk riba yang dijelaskan oleh para ekonom muslim dan non muslim terhadap ekonomi, di antaranya :

a.Riba merusak sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan penggerak utama roda ekonomi. Maka rusaknya sumber daya manusia berarti rusaknya ekonomi Negara tersebut. Ar Razy (wafat 606 H) dalam tafsirnya menjelaskan bagaimana peranan riba menciptakan manusia yang malas bekerja dan takut mengambil resiko untuk mengembangkan hartanya.
b.Riba merupakan penyebab utama terjadinya Inflasi
Inflasi adalah keadaan perekenomian yang ditandai oleh kenaikan harga secara cepat sehingga berdampak menurunnya daya beli sebuah mata uang. Penyebab utama terjadinya inflasi adalah riba, karena produsen yang mendapatkan modal dari pinjaman berbunga pasti akan menambahkan bunga yang harus dibayarnya kepada debitur, dengan memasukkannya ke dalam harga barang yang diproduksinya. Jadi harga jual barang yang diproduksi sama dengan biaya produksi ditambah bunga. Dapat dibayangkan betapa besar kezaliman yang diakibatkan oleh riba yang merupakan penyebab utama inflasi. Dimana lebih dari 200 juta penduduk Indonesia akan merasakan dampaknya, yaitu berkurangnya daya beli uang yang mereka dapatkan dari hasil jerih payah yang dikumpulkan dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Lalu daya beli uang yang terkumpul tersebut mendadak turun dalam sekejap mata saat terjadi hiperinflasi.
c.Riba menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi
Seorang ekonom ternama Jhon Maynard Keynes menyimpulkan bahwa riba merupakan penghalang utama kemajuan gerak ekonomi. Ia berkata, “suku bunga menghambat pertumbuhan ekonomi, karena suku bunga menghalangi lajunya gerak modal menuju kebebasan. Jika suku bunga mungkin dihapuskan maka modal akan bergerak laju dan tumbuh dengan cepat.

d.Riba menciptakan kesenjangan social
DR Schact Hjalmar ekonom Jerman yang pernah menjabat direktur bank Reichs pernah berujar dalam pidatonya di Syria, “berdasarkan hitungan matematika bahwa harta di dunia akan dikuasai oleh segelintir orang pemberi modal dalam bentuk riba, karena ia tidak akan pernah mengalami kerugian dan sebaliknya si penerima pinjaman dihadapkan kepada kenyataan untung-rugi.
Kesenjangan social di berantas oleh Islam dengan penerapan zakat dan pelarangan riba. Karena Islam menginginkan harta yang merupakan karunia Allaah selayaknya dinikmati oleh sebanyak mungkin umat manusia. Saat menjelaskan pembagian rampasan perang Allaah menyebutkan hikmahnya yaitu : keadilan social di segenap lapisan umat. Allaah berfirman, Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Al quran al Hasyr ayat 7

e.Riba Faktor utama terjadinya krisis Ekonomi Global
Dalam buku Krisis Ekonomi Global dan Solusi Ekonomi Islam dijelaskan bahwa factor utama penyebab krisis adalah RIBA. Karya DR Samir Kantakji, Al Azmah al Maaliyah al Alamiyah hal.34



Kronologisnya sebagai berikut:
Dalam rentang tahun 2002-2006 suku bunga (riba) bank di Amerika cukup rendah sedangkan harga property mengalami kenaikan yang cukup tajam, maka pengajuan kredit property warga Amerika meningkat. Hal ini disambut baik oleh bank-bank konvensional dengan memudahkan pemberian kredit.  Sebagaimana di maklumi bahwa suku bunga tidak tetap, naik-turun seiring dengan naik-turunnya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral.  Pada awal tahun 2006 terjadi perubahan drastic, dimana suku bunga bank naik sedangkan harga property turun. Maka para kreditur tidak memiliki pilihan selain menghentikan angsuran kredit karena angsuran yang harus mereka bayar begitu besar akibat kenaikan suku bunga bank, juga tidak senilai dengan harga property yang mereka beli akibat menurunnya harga property. Maka terjadilah kredit macet. Dengan terjadinya kredit macet, institusi keuangan Amerika menjadi lumpuh sehingga beberapa bank mengumumkan jatuh pailit. Itulah penyebab awal terjadinya krisis ekonomi global.
Bank sentral Amerika untuk menghadapi krisis  kredit perumahan dengan menurunkan suku bunga hingga mencapai 1 persen untuk meredam ketatnya likuiditas. Dengan demikian, mereka hanya bermain dengan menurunkan dan menaikkan suku bunga (RIBA).
Dalam salah satu kunjungan wakil menteri keuangan Amerika Serikat yang bernama Robert Keymet ke Riyadh Saudi Arabia, ia mengatakan system perbankan dan Ekonomi Islam merupakan prioritas kajian pemerintah Amerika Serikat dalam rangka menyelamatkan ekonominya. Harian al Jazirah Riyadh 26 Oktober 2008

Sebenarnya jauh sebelum itu pada tahun 1930, Mr. Athur Kinston berujar lantang di hadapan komite keuangan dan industry Mc Millan setelah terjadinya great depression yang melumpuhkan Wall Street, saya adalah ANTI RIBA dalam segala bentuknya, RIBA merupakan kutukan dunia semenjak kemunculannya, RIBA telah menghancurkan imperium-imperium terdahulu dan imperium ini, dan akan MENGHANCURKAN IMPERIUM YANG LAINNYA. DR. SULAIMAN AL ASYGAR, QODHAYA FIQHIYYAH MUASHIRAH JILID II, HAL.73
DIKUTIP DARI BUKU HARTA HARAM MUAMALAH KONTEMPORER KARYA DR. ERWANDI TARMIZI MA. Cetakan pertama (FEBRUARI 2012) hal. 313 s/d 328 dengan pengeditan dan peringkasan seperlunya. WALHAMDULILLAAH.
Read more
Monday, March 24, 2014 | 7:50 PM | 0 Comments

Siti Aisyah, Lebih Dari Satu Tahun Hidup di Becak Merawat Ayahnya yang Sakit

Siti Aisyah Pulungan (8) sudah lebih dari satu tahun tidur di becak bersama ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (56) yang sakit parah. Setiap harinya, bocah perempuan yang biasa disapa Aisyah ini mendorong becak tanpa arah bersama sang ayah.
Sejak penyakitnya mengalami komplikasi, Nawawi Pulungan tidak berdaya dan membutuhkan perawatan yang ia dapatkan dari sang anak. Nawawi dan Aisyah sehari-hari bertahan hidup dengan belas kasihan dari masyarakat yang tak sengaja melihat mereka. Mereka tidak mengemis, mereka hanya bertahan hidup sekuat tenaga. Jika malam tiba, keduanya meringkuk di atas becak yang diparkir di teras rumah warga. Saat hujan, suasana menjadi semakin sulit.
Aisyah kini tidak sekolah lagi. Dulu dia sempat duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD), namun seiring dengan kondisi ayahnya yang sulit, kesehariannya kini hanya menjaga ayahnya. Mulai dari bangun pagi sampai mau tidur lagi, ia hanya menjaga ayahnya
Becak barang itu menjadi rumah bagi Aisyah dan ayahnya. Ada bantal, ember, selimut, pakaian dan kebutuhan harian lainnya. Mereka tinggal dan beraktivitas di atas becak itu. Malam hari mereka memarkirkan becaknya di depan teras rumah warga di seputar Jalan Sisingamangaraja. Jika pagi tiba, mereka pindah ke sekitar Masjid Raya. Aisyah lah yang mengayuh becak itu.

Sejak Aisyah berusia 1 tahun, ibunya sudah meninggalkannya. Ayahnya memiliki keluarga di Pematang Siantar. Namun, sejak ia tidak berdaya karena sakit, keluarganya tidak peduli dengan nasibnya dan Aisyah. Ayah Nawawi menderita penyakit komplikasi paru yang berimbas pada kondisi fisiknya. Kurus layu dan tidak bisa menggerakkan sebagian besar tubuhnya. Anaknya lah yang selama ini  menjadi tumpuannya. Setiap hari Aisyah yang memberi makan, minum, dan memberi obat dan mengurus kebersihan tubuh ayahnya.
Setiap hari keduanya memarkirkan becak mereka di samping Masjid Raya. Masjid bersejarah ini menjadi bagian dari penyambung hidup mereka. Saat masjid sedang tidak ramai, Aisyah masuk dan membersihkan tubuh di kamar mandi masjid itu. Usai mandi, dia kemudian membawa kain yang sudah dibasahi untuk mengelap tubuh ayahnya. Begitu cara ayahnya mandi.
Tapi jika akan ke kamar mandi masjid, Aisyah tidak akan masuk dari pintu depan. Ini masjid yang rutin dikunjungi turis dan pejabat, jika Aisyah terlihat masuk dari depan, ia bisa menyulitkan penjaga. Karena itu Aisyah terpaksa masuk dengan cara melompati pagar masjid. Penjaga masjid tahu, tapi tidak memarahi.
Keberadaan Aisyah dan ayahnya tidak disukai pejabat kelurahan. Mereka sering diusir, apalagi jika pejabat akan datang mengunjungi Masjid Raya. Jika sudah begitu, maka Aisyah akan mendayung becaknya, membawa ayahnya pergi ke tempat yang aman.
Kini ayahnya sudah berada di Rumah Sakit Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan. Setelah dibawa oleh Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Sementara anaknya, Aisyah telah dirawat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Rencananya, Jumat (21/3/2014), Aisyah akan disekolahkan di sebuah SD negeri di Jalan Purwo Medan. 
Read more
Wednesday, August 21, 2013 | 12:03 AM | 0 Comments

11 Amalan Yang Memudahkan Datangnya Rejeki

11 Amalan Yang Memudahkan Datangnya Rejeki. Terkadang kurang begitu hafal tentang amalan – amalan yang mendatangkan Rejeki. Meskipun amalan tersebut sering kita lakukan, tapi kita kurang mengerti bahwa amalan tersebut sangatlah luar biasa hasilnya. Berikut ini aadalah 11 Amalan Yang Memudahkan Datangnya Rejeki.

1.      Memperbanyak istighfar.
Berdasarkan sabda dari Rosulullah SAW dalam hadist riwayat Ahmad yang artinya “Barang siapa yang memperbanyak membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan segala kesusahan, menjadi kemudahan dan dari segala kesempitan Allah menjadikan jalan keluar dan Allah akan memberi rezeki untuknya dari yang dia sangka maupun yang tidak dia sangka”.
Rosulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya rajul dicegah rezekinya, sebab dosa yang dikerjakannya.” (HR. Muslim) Sabda Rasulullahi SAW dalam Hadist Sunan Ibnu Majah yang artinya : “Sesungguhnya seorang laki-laki akan dihalang-halangi rezekinya sebab kesalahan (dosa) yang telah ia kerjakan”.

2.      Memperbanyak Infaq Fiisabilillah.
Allah berfirman dalam Alqur’an Surat Al-Baqoroh ayat 261 yang artinya “Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui”.
Dan juga Allah berfirman dalam Hadist Qudsi yang artinya “Allah yang Maha Mulya dan Maha Agung berfirman : infaqlah kalian maka Aku akan memberi nafkah untuk kalian”. (HR.Bukhori).

3.      Memperbanyak Shilaturrahim (Menyambung Famili).
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisaa ayat 1, yang artinya “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrohim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
Sabda Rasululloh SAW dalam Hadist Bukhori yang artinya “Barang siapa yang ingin diluaskan dalam rezekinya dan ingin di panjangkan dalam umurnya maka supaya menyambung famili”.

4.      Senang menghormati tamu.
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Abu Syaikh yang artinya “Tamu datang dengan membawa rezekinya dan dia pergi dengan menghilangkan dosa kaum, dan Allah menghapus dari dosanya dan juga dosa-dosa kaum”. Berdasarkan hadist ini, siapapun yang menjadi tamu harus dihormati jangan disia-siakan, sebab jika menyia-nyiakan tamu maka akan mendapat ancaman.
Juga sabda Rasulullah SAW; “Tamu datang pada kalian dengan membawa rezeki.” (HR. Muslim)

5.      Berusaha menjadi orang yang jujur dan amanat.
Rosulullah SAW dalam hadist riwayat ad-Dailami, bersabda “Amanah bisa menarik rezeki (mendatangkan) pada rezeki sedangkan khianat dapat menarik (mendatangkan) kemlaratan”.

6.      Meningkatkan taqwa kepada Allah.
Firman Allah dalam Al Qur’an Surat At Tholaq ayat 2-4, yang artinya: “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberi baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka…. Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memudahkan di dalam semua perkara orang tersebut”.

7.      Memperbanyak tawakal kepada Allah.
Sesuai dengan firman Allah dalam Surat At Thoolaq ayat 3 , yang artinya : “…Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya….”.Dan sesuai dengan sabda Rasulullahi SAW dalam Hadist Sunan Ibnu Majah, yang artinya : “Nabi Bersabda : seandainya kalian tawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal kepada Allah, niscaya Allah akan memberi rezeki pada kalian sebagaimana Allah memberi rezeki pada burung , ketika pagi burung dalam keadaan lapar namun ketika sore burung dalam keadaan kenyang”.

8.      Selalu berprasangka baik kepada Allah (Husnudhon Billaah).
Berprasangka baik merupakan perintah dari Allah dan Rosul, ternyata mendatangkan rezeki dari Allah. Berprasangka yang baik merupakan inti dan sebaik-baiknya ibadah kepada Allah, sesuai sabda Rosulullahi SAW dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi; “Sesungguhnya baiknya persangkaan kepada Allah termasuk sebaik-baiknya ibadah kepada Allah”.

9.      Menertibkan Sholat Tahajud dan Berdoa 1/3 malam yang akhir.
Seperti yang dijelaskan dalam Hadist Bukhori, yang artinya : “Rosulullah SAW bersabda : Allah yang Maha Barokah dan Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia, ketika tepat pada waktu 1/3 malam yang akhir sambil berfirman : Barang siapa yang berdoa padaKu akan Aku kabulkan, barang siapa yang minta padaKu akan Aku beri dan barang siapa yang minta ampun padaKu akan Aku ampuni”.

10.  Menertibkan membaca Surat Al-Waqiah.
Sabda Rasulllah SAW yang bermaksud: “Barangsiapa yang membaca surah al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan tertimpa kesulitan selamanya ” (Riwayat Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir)
“Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)


11.  Merutinkan sholat dhuha (terutama 4 rekaatnya)
Rosululloh bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
Hitungan ini bisa bertambah, atau malah berkurang. Yang terpenting adalah bagaimana hal ini bisa menginspirasi kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Jangan terpaku hanya urusan rezeki saja, maksudnya kekayaan thok. Sebab rezeki itu bermakna luas, bukan sekedar harta dan benda semata.
Read more
Tuesday, August 20, 2013 | 11:48 PM | 0 Comments

Kisah MCdonald dan Macintosh

Saya akan bercerita tentang pengalaman seorang sahabat saya.


Cerita berawal ketika sahabat saya akan pulang kampung. Waktu itu jam 5 sore, sahabat saya sudah bersiap2 akan berangkat ke stasiun. Jam pemberangkatan keretanya pukul 8 malam. Tapi ketika akan berangkat, perutnya ber'dendang' keroncong, kelaparan. Karena berusaha mencari kepraktisan, dia memesan junkfood McD. Sembari menunggu pesanannya datang, ia membereskan kamarnya yang mungkin akan ditinggal mudik dalam waktu yang lama. Setengah jam berlalu, petugas McD belum juga datang. Satu jam berlalu, belum juga tiba. Pekerjaannya membereskan kamar selesai sudah, tapi lapar di perutnya belum terbereskan. Karena merasa mempunyai tanggung jawab moral telah memesan, sahabat saya sengaja menunda keberangkatannya ke stasiun dan mengorbankan waktunya menunggu si petugas McD. Baru pukul setengah 8, orang yang dinantinya tiba. Saat itu, sahabat saya sedang mengunci pintu kamar kosan dalam keadaan marah dan lapar. Melihat pesanannya datang bersama sosok petugas antar McD yang tergopoh2, sahabat saya lega sekaligus emosi. Dia menolak secara halus pesanan itu dan ia pun menolak membayar kewajibannya.


Kemudian petugas antar McD itu berkelakar, "Jangan sembarangan gitu donk, Mas. Saya kan tadi lagi banyak pesanan kesana-sini juga. Jadi kalo terlambat ya wajar..."


Sahabat saya berkilah, "Jadi saya harus bagaimana? Membayar pesanan saya yang datang terlambat? Saya sudah terlanjur makan roti dan saya sudah sangat terlambat ke stasiun, Mas McD..."


Alih-alih meminta maaf, si petugas antar McD berkelit, "Mas tau nggak, kalo begini saya yang kena potong gaji. Saya telat karena jalanan macet,Mas. Bukan karena saya malas. Kasian donk sama saya. Masnya kan orang kaya, bawaannya laptop, sedang saya hanya petugas antar yang gajinya kecil..."


Mendengar jawaban itu, sahabat saya mulai tertarik dengan situasinya, "Gini ya Mas, tolong jangan bawa-bawa 'nasib' kita dalam urusan ini. Saya ini bawa-bawa laptop buat kerja di rumah. Sama kayak Mas, saya juga butuh rejeki. Tapi saya mencoba profesional dan ngga main-main dengan pekerjaan saya. Ini aja saya mau liburan di kampung jadi ngga bisa santai karena harus beresin kerjaan pake laptop ini. Kalau saya sampai telat masukin kerjaan saya, ya saya ngga dapat honor juga. Jadi imbang kan kita?"


Masih berkelit, si petugas terus mencoba meminta keibaan dari sahabat saya, "Saya ini orang miskin,Mas. Makanya saya cuma bisa jadi petugas antar kayak gini. Sedang masnya kan orang kaya, bisa sekolah tinggi, trus bisa dapet kerjaan pake laptop. Beda donk tarafnya..."


Sahabat saya tersenyum geli melihat arah pembicaraan mereka. Kemudian dia berujar dengan lembut, "Mas, siapa bilang saya orang kaya? Saya juga dari keluarga miskin di kampung. Mungkin lebih miskin dari Mas. Bapak saya hanya tukang beca, dan ibu saya kuli tani. Tapi saya nggak mau jadi seperti orangtua saya, makanya saya sekolah dengan serius sampai bisa dapet beasiswa sana sini hingga kuliah. Dan akhirnya saya bisa bekerja bawa-bawa LAPTOP ke kampung. Saya jadi begini karena usaha saya sendiri."


Suasana beranjak hening.

Merasa malu dengan tingkahnya, si Petugas antar McD menunduk dan mematung.
"Kereta saya berangkat jam 8. Saya mau mudik karena adek saya mau sunatan. Jadi, kalau mas nggak keberatan, saya mau pergi sekarang."


Masih dalam keadaan diam, si petugas antar itu mempersilakan sahabat saya pergi.
Tapi karena merasa tidak tega, akhirnya sahabat saya tetap membayar dan mengambil pesanannya sambil meninggalkan si mas petugas antar dalam keheningan yang canggung.


Saya mencoba membuat semacam kelakar dari kejadian ini.
Setiap orang diberi modal yang sama oleh Tuhan. Modal itu adalah "waktu". Dan seberuntung-beruntung orang adalah mereka yang bisa memanfaatkan waktunya untuk berbuat kebaikan. Sahabat saya dan si tokoh petugas antar di atas sama-sama berasal dari keluarga tidak mampu. Tapi nasib sahabat saya berakhir di belakang monitor Macintosh sementara si petugas berakhir di motor delivery McDonald. Siswa bintang kelas dan siswa tinggal kelas sama-sama mempunyai waktu 24 jam sehari. Tapi mengapa nasibnya bisa berbeda? Jawabannya sudah jelas: karena tidak semua orang BISA memanfaatkan waktunya dengan baik untuk kebaikan.

Akhir kata, mari kita manfaatkan waktu kita.Stop menunda-nunda pekerjaan.
Read more
Sunday, August 11, 2013 | 2:04 PM | 0 Comments

Lima Keutamaan Puasa Syawal

Alhamdulillah, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Faedah pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[1]
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][3].”[4] Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.[5] Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.
Cara melaksanakan puasa Syawal adalah:
  1. Puasanya dilakukan selama enam hari.
  2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  3. Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  4. Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.
Faedah kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.
Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.[6]
Faedah ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan.
Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.[7] Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[8]
Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”[9]
Renungkanlah! Bagaimana lagi jika seseorang hanya rajin shalat di bulan Ramadhan (rajin shalat musiman), namun setelah Ramadhan shalat lima waktu begitu dilalaikan? Pantaskah amalan orang tersebut di bulan Ramadhan diterima?!
Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa Saudi Arabia) mengatakan, “Adapun orang yang melakukan puasa Ramadhan dan mengerjakan shalat hanya di bulan Ramadhan saja, maka orang seperti ini berarti telah melecehkan agama Allah. (Sebagian salaf mengatakan), “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.” Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang tidak melaksanakan shalat di luar bulan Ramadhan. Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat. Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat.”[10] Hanya Allah yang memberi taufik.
Faedah keempat: Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah.
Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?!
Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”[11] Sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan shalat malam. Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh istri tercinta beliau yaitu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengenai shalat malam yang banyak beliau lakukan, beliau pun mengatakan,

أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا

“Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?”[12]
Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan (di hari Idul fithri), kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengangungkan Allah melalu bacaan takbir “Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)
Begitu pula para salaf seringkali melakukan puasa di siang hari setelah di waktu malam mereka diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan shalat tahajud.
Ingatlah bahwa rasa syukur haruslah diwujudkan setiap saat dan bukan hanya sekali saja ketika mendapatkan nikmat. Namun setelah mendapatkan satu nikmat, kita butuh pada bentuk syukur yang selanjutnya. Ada ba’it sya’ir yang cukup bagus: “Jika syukurku pada nikmat Allah adalah suatu nikmat, maka untuk nikmat tersebut diharuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang semisalnya”.
Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri. Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua. Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya. Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat. Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna).”[13]
Faedah kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja. [14]
Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.
Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya. Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ‘ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.
Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka,

بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد و يجتهد السنة كلها

“Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun.” Ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja.
Asy Syibliy pernah ditanya, “Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, “Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, “Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Allah memberi taufik.
‘Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ‘Aisyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ‘Aisyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً

“Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”[15]
Amalan seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal menjemput. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematian.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).[16] Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa “al yaqin” adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.[17]
Sebagai penutup, perhatikanlah perkataan Ibnu Rajab berikut, “Barangsiapa melakukan dan menyelesaikan suatu ketaaatan, maka di antara tanda diterimanya amalan tersebut adalah dimudahkan untuk melakukan amalan ketaatan lainnya. Dan di antara tanda tertolaknya suatu amalan adalah melakukan kemaksiatan setelah melakukan amalan ketaatan. Jika seseorang melakukan ketaatan setelah sebelumnya melakukan kejelekan, maka kebaikan ini akan menghapuskan kejelekan tersebut. Yang sangat bagus adalah mengikutkan ketaatan setelah melakukan ketaatan sebelumnya. Sedangkan yang paling jelek adalah melakukan kejelekan setelah sebelumnya melakukan amalan ketaatan. Ingatlah bahwa satu dosa yang dilakukan setelah bertaubat lebih jelek dari 70 dosa yang dilakukan sebelum bertaubat. … Mintalah pada Allah agar diteguhkan dalam ketaatan hingga kematian menjemput. Dan mintalah perlindungan pada Allah dari hati yang terombang-ambing.”[18]
Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga maut menjemput. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Read more
Monday, February 4, 2013 | 12:21 AM | 0 Comments

Memahami Arti Kehilangan



Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya.

Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya.

Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan.

Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya.

Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah:
Jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut.

Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah, apapun bentuknya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya.
Read more

--------- Hidup Itu Ibarat Janji Yang Harus Dipenuhi -----------



Hidup itu apa sih? Setiap kali kita berpikir tentang jawabannya, kita cenderung akan merasa berada di titik terendah. Bahkan tak jarang orang yang mencari makna hidup dari cara-cara yang salah, yang kemudian membuat orang di sekitarnya terluka, kecewa, dan ditinggalkan.

Adalah seorang wanita tegar nan memiliki hati mulia, ibu Teresa, yang ingin mengubah persepsi Anda tentang hidup. Yang akan menghilangkan kepedihan, luka, kekecewaan dan kesedihan di dalam hati. Dan inilah makna hidup yang sebenarnya...

Hidup adalah sebuah kesempatan, manfaatkanlah.

Hidup adalah sebuah kecantikan, kagumilah.

Hidup adalah kebahagiaan, nikmatilah.

Hidup adalah sebuah mimpi, sadarilah.

Hidup adalah sebuah tantangan, hadapilah.

Hidup adalah sebuah tugas, selesaikanlah.

Hidup adalah sebuah permainan, mainkanlah.

Hidup adalah sebuah janji, penuhilah.

Hidup adalah sebuah masalah, atasilah.

Hidup adalah sebuah lagu, nyanyikanlan.

Hidup adalah sebuah perjuangan, terimalah.

Hidup adalah sebuah tragedi, hadapilah.

Hidup adalah sebuah petualangan, tantanglah.

Hidup adalah sebuah keberuntungan, wujudkanlah.

Hidup itu terlalu berharga, jangan pernah menghancurkannya.

Hidup adalah hidup, berjuanglah.

Dan setiap kali Anda merasa sedang jatuh, baca kembali setiap kalimat di atas untuk menguatkan Anda.

Hidup itu ibarat janji yang harus dipenuhi. Jangan berhenti di tengah jalan, dan tepati setiap janji tersebut dengan kemampuan maksimal diri Anda.
Read more
Sunday, February 3, 2013 | 9:45 PM | 0 Comments

BETAPA LUASNYA NERAKA ITU



Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'

Lalu Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam itu.'

Jawabnya: 'Ya... Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi SAW bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (artinya: yaitu yang lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah SAW: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawab Jibril:
'Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS. serta keluarga Fir'aun namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang Musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang Shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang Nasara bernama Sa'eir.'

Kemudian Jibril diam sejenak... Segan pada Rasulullah SAW, sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar, kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yang Lalai').

Dari Hadits Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan, hal ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua... Wallahu a'lam.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 159 :

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Read more

KISAH POHON APEL DAN SEORANG ANAK KECIL



Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut,

“Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.

“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”

“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku.” kata pohon apel.

“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.

Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.

“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”

“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.

“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.

“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”

“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik

untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Hikmah:

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkanlah cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak sahabat.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
Read more

Sedikit share tentang sebuah tulisan bagus karya Ustadz Muhammad Abduh Tausikal..


Sedikit share tentang sebuah tulisan bagus karya Ustadz Muhammad Abduh Tausikal..

Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.

Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”

Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.

Dek … Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi wejangan pada seorang pemuda, yaitu Ibnu ‘Umar. Berikut sabdanya,

“Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau bahkan seorang pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)
Adikku, negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan di sini adalah dunia, sedangkan negeri tujuannya adalah akhirat.
Adikku, yang namanya orang asing adalah orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berbaring, namun dia dapat mampir sementara di negeri asing tersebut.
Lalu dalam hadits di atas dimisalkan lagi dengan pengembara.
Wahai adikku, semoga engkau selalu mendapat taufik-Nya. Seorang pengembara tidaklah mampir untuk istirahat di suatu tempat kecuali hanya sekejap mata. Di kanan kirinya juga akan dijumpai banyak rintangan, akan melewati lembah, akan melewati tempat yang membahayakan, akan melewati teriknya padang pasir dan mungkin akan bertemu dengan banyak perampok.
Itulah adikku, permisalan yang dibuat oleh nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hidup di dunia itu hanya sementara sekali, bahkan akan terasa hanya sekejap mata.

Renungkan juga hadits ini
Adikku, permisalan yang bagus pula dapat engkau renungkan dalam hadits berikut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia hanyalah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud) 
Lihatlah adikku, permisalan yang sangat bagus dari suri tauladan kita. Hidup di dunia sungguh sangat singkat. Semoga kita bisa merenungkan hal ini.

Adikku … Segera kembalilah ke jalan Allah, ingatlah akhirat di hadapanmu
Semoga hatimu terenyuh dengan nasehat Ali bin Abi Tholib berikut.
Ali berkata, “(Ketahuilah) dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan ditemui di depan. Dunia dan akhirat tersebut memiliki bawahan. Jadilah budak akhirat dan janganlah jadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal lagi.” 
Adikku, ingatlah akhiratmu. Ingatlah kematian dapat menghampirimu setiap saat dan engkau tidak dapat menghindarinya. Janganlah terlalu panjang angan-angan. Siapkanlah bekalmu dengan amal sholeh di dunia sebagai bekalmu nanti di negeri akhirat. Perbaikilah aqidahmu, jauhilah syirik, jagalah shalatmu janganlah sampai bolong, tutuplah auratmu dengan sempurna janganlah sampai mengumbarnya, dan berbaktilah pada ortumu dengan baik.
Semoga Allah memberi taufik padamu. Semoga kita dapat dikumpulkan bersama para nabi, shidiqin, syuhada, dan sholihin.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Read more

SABARRR






SABAR!
Abaikanlah setiap orang yang mendzholimi kita, yakinkan Allah SWT selalu mendampingi kita orang-orang yang teraniaya. Allah SWT mengetahui perbuatan umatnya, serahkan smuanya kepada Nya. Berdo'a agar kita slalu diberikan hati yang luas ikhlas untuk menerima cemooh dan fitnah dari siapapun. Berbesar hatilah kita sebagai manusia dan bukakanlah pintu maaf yang seluas luasnya agar kita bisa lebih mengenal apa itu sabar dalam arti luas.

Mungkin memang sulit kita untuk bisa menerima kesabaran yang amat luas itu, beraaat sekali apalagi di dalam keadaan yang sangat menguras hati, sabar dalam menghadapi ujian dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi, basicly godaan yang amat besar yaitu amarah dan emosional.

Kita pelajari untuk bisa tetap sabar, ikhlas, tawakal, yakin serta Move on dari segala masalah yang sedang kita hadapi.

Yaitu di antaranya:

1. Jangan pernah meremehkan dirimu. Tuhan memberikanmu hidup bukan karena kamu membutuhkannya, tapi karena seseorang membutuhkanmu.

2. Jangan hiraukan mereka yang menjelekkan dirimu. Siapa dirimu hanya kamu yang tahu, hanya kamu yang menentukan, bukan mereka!

3. Menjadi yang “TERBAIK” lebih penting dari pada menjadi yang “PERTAMA”.

4. Jangan terlalu tergantung pada orang lain, kamu lebih kuat dari yang kamu pikirkan, hanya terkadang kamu tak mempercayainya.

5. Jangan tangisi orang yang telah mengkhianatimu. Bersyukurlah, karena Tuhan telah menunjukkan bahwa dia bukan orang yang tepat bagimu.

6. Jangan buang energimu utk membalas, hukum alam lebih mengerikan.

7. Jangan lari dari masalah, mereka akan selalu menghampirimu. Yang harus kamu lakukan adalah pelajari cara mengatasinya.

8. Jangan remehkan dirimu sendiri. Kamu terlahir dengan banyak talenta, Manfaatkanlah. Mereka adalah jembatan menuju kebahagiaanmu.

9. Sesuatu yang dimulai dengan kebaikan akan menghasilkan kebaikan. Namun jika hasilnya belum baik, maka itu bukanlah akhir.

10. Rasa iri merugikanmu. Luangkan waktu tuk bersyukur atas segala hal yang kamu miliki. Kamu terbaik dengan caramu sendiri.

11. Hidup selalu punya banyak hal tuk membuatmu jatuh. Namun, apa yang benar-benar bisa membuatmu jatuh adalah sikapmu.

12. Jangan pernah berpikir kamu bukan siapa-siapa, karena kamu tak pernah tahu bahwa ada seseorang yang berpikir kamu adalah segalanya.

13. Jangan pikirkan mereka yg membencimu, karena mereka hanya iri atas pribadimu yang lebih baik. Abaikan mereka dan teruslah melangkah.

14. Saya tidak bangga karena kesalahan saya. Tapi saya bangga karena saya dapat belajar dari kesalahan saya.

15. Jangan memandang rendah dirimu sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu saat ini, intropeksi diri dan berusahalah lebih baik.

16. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan, tapi jika kamu tak bisa menghargai kekuranganmu, kamu tak menghargai dirimu sendiri.

17. Ketika kamu terobsesi mengejar apa yang bukan untukmu, kamu akan selalu menemukan sesuatu yang salah dengan apa yang kamu miliki, jadi biarkan mengalir seperti air yang tenang.

18. Yakini apa yang kamu inginkan, bahwa dengan keyakinan lah maka semua nya akan ter mindset pada otak mu, dan yakin Allah akan memberikan yang terbaik dari yang kita inginkan!

19. Bersyukurlah atas segala curahan nikmat Allah yang tak pernah berhenti dan tak pernah bisa dihitung. Tanam dan lipat gandakan kesabaran atas segala ujian dan kesulitan yang kita alami.

Saat kita merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukanmu maka BERFIKIRLAH POSITIF! Kalaupun banyak orang yang mengecewakanmu dan membuatmu terluka tetaplah tersenyum hingga semua orang menyadari bahwa kau begitu berarti bagi mereka.

LIKE & SHARE !
Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya ..
Read more

Akhir Perjalanan Hidup Ini



Untaian Syair Zainal Abidin 


لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ           إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ
Orang asing bukanlah orang yg merantau ke negeri syam atau yaman
Tp orang asing adl, org yg asing dalam liang lahad bersama kain kafan



إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ              علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ
Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi
Oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya



لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ                      الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ
Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan



سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي                  وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي
Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku



وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا                  اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ
Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak



مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي                وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي
Betapa sayangnya Alloh padaku… krn telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya



تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ                      وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ
Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dos-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan



أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا                  عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي
Akulah orang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Alloh selalu mengawasiku

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ                  يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي
Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yg terus membakar diriku

دَعْنِي أَنُوْحُ عَلَى نَفْسِي وَأَنْدُبُهَا                 وَأَقْطَعُ الدَّهْرَ بِالتَّذْكِيْرِ وَالْحَزَنِ
Biarkanlah aku tangisi jiwaku dan meratapinya 
Dan aku isi masa hidupku dengan muhasabah dan kesedihan



دَعْ عَنْكَ عَذْلِي يَا مَنْ كَانَ يَعْذُلُنِي             لَوْ كُنْتَ تَعْلَمُ مَا بِي كُنْتَ تَعْذُرُنِي
Wahai orang yang selalu menghinaku, tinggalkan hinaanmu!
karena jika kau tahu keadaanku, tentu kau member udzur kepadaku



دعني أسِحّ دموعا لا انقطاع لها                 فهل عسى عبرة منها تخلصني
Biarkanlah ku usap linangan air mata, yang tak mau berhenti ini
Maka adakah tetesan air mata ini, dapat menyelamatkan diri?!



كأنني بين كل الأهل منطرحا                   على الفراش وأيديهم تقلبني
Dan seakan-akan aku sekarang
tergeletak tak berdaya diatas ranjang
di hadapan seluruh sanak keluarga
yang membolak-balikkan tubuhku dengan tangan mereka

وقد تجمع حولي من ينوح ومن                يبكي عَلَيّ وينعاني ويندبني
Lalu berkumpullah di sekelilingku, orang yang meratapiku dan
menangisiku




وقد أتوا بطبيب كي يعالجني                   ولم أرى الطب هذا اليومَ ينفعني
Mereka telah mendatangkan tabib untuk mengobatiku
Tapi aku yakin, saat ini ia takkan mampu menyembuhkanku



واشتد نزعي وصار الموت يجذبها              من كل عرق بلا رفق ولا وهن
Selanjutnya nafasku semakin tak karuan
Ajal mulai merenggutku, dr setiap urat nadi, dg tanpa keramahan & kehalusan



واستخرج الروح مني في تغرغرها              وصار ريقي مريراً حين غرغرني
Kemudian kematian mengeluarkan nyawaku dariku yang pada saat nyawaku di kerongkongan
saat itu ludahku menjadi terasa pahit



وغمضوني وراح الكل وانصرفوا               بعد الإياس وجَدُّوا في شرا الكفن
Mereka pun menutup mataku  lalu pergilah mereka seluruhnya
Tatkala mereka putus asa maka merekapun berpaling dariku untuk membeli kafan



وقام من كان حِبَّ الناس في عجل             نحو المغسل يأتيني يغسلني
Orang yang dulunya paling ku kasihi
Segera mencari pemandi mayat untuk memandikan mayatku



وقال يا قومُ نبغي غاسلاً حذقاً                 حراً أديباً أريباً عارفاً فطن
Dia mengatakan: Wahai kaumku, kami ingin pemandi mayat yg lihai
merdeka, ahli syair, cerdas, mengerti, dan pandai



فجاءني رجل منهم فجردني                    من الثياب وأعراني وأفردني
Akhirnya datanglah seorang dari mereka menghampiriku
ia melepas pakaianku, menelanjangiku, dan menyendirikanku

وأودعوني على الألواح منطرخا                 وصار فوقي خرير الماء يُنظِفُني
Dengan terlentang di gerabah, ia membiarkanku
sedang pancuran air yang akan membersihkan ada di atasku


وأسكب الماء من فوقي وغسلني                غسلا ثلاثا ونادى القومَ بالكفن
Ia pun mengucurkan air dari atasku, dan membilasku dengan tiga bilasan
Setelah itu, ia meminta orang-orang agar mendatangkan kain kafan



وألبسوني ثياباً لا كمام لها                      وصار زادي حنوطي حين حنطني
Orang-orang itu memakaikan padaku pakaian yang tanpa lengan
Dan jadilah bekalku hanya parfum kematian, saat mereka memarfumiku

وأخرجوني من الدنيا فوا أسفاه                 على رحيل بلا زاد يبلغني
Mereka kini telah mengeluarkanku dari dunia… Duhai malangnya aku
Sebagai seorang perantau tanpa bekal yang dapat mengantarkanku

وحملوني على الأكتاف أربعة                   من الرجال وخلفي من يشيعني
Mulailah 4 lelaki mengangkat jasadku di atas pundak
Dan di belakangku terlihat para pelayat yang mengarak

وقدموني إلى المحراب وانصرفوا                  خلف الامام فصلى ثم ودعني
Mereka lalu meletakkanku di mihrob depan
Lalu ke belakang imam untuk sholat & mengucapkan kata perpisahan

صلوا عليّ صلاة لا ركوع لها                  ولا سجود لعل الله يرحمني
Mereka menyolatiku, dg sholat yg tanpa ada ruku’ dan sujudnya
Dengan iringan doa semoga Alloh mencurahkan padaku rahmat-Nya

وأنزلوني إلى قبري على مَهَل                    وقدموا واحدا منهم يلحدني
(Sampai di kuburan), mereka menurunkanku ke kuburan dengan perlahan
Dan mulailah salah satu dari mereka memasukan aku ke liang lahat

وكشّف الثوب عن وجهي لينظرني             وأسبل الدمع من عينيه أغرقني
Dia membuka kain yg menutupi wajahku untuk melihatku
Hingga mengucur dari kedua matanya, air yg mampu menenggelamkanku

فقام محترما بالعزم مشتملاً                     وصفّف اللَبْن من فوقي وفارقني
Ia lalu berdiri dg penuh hormat… Dan dengan tekad yang bulat…
ia menata bata di atasku… lalu beranjak meninggalkanku…

وقال هُلُّوا عليه الترب واغنتموا                 حسن الثواب من الرحمن ذي المنن
Ia mengatakan: “Uruklah dia dengan tanah kuburan
Dan raihlah pahala kebaikan dari Ar-Rohman, yg memiliki banyak pemberian!

فى ظلمة القبر لا أمٌّ هناك ولا                   أب شفيق ولا أخ يؤنسني
Di liang kubur yang gelap itu, tak ada bapak yang penyayang
Tak ada ibu, atau pun saudara yang dapat membuatmu senang

وهالني صورة فى العين إذ نظرت               من هول مطلع ما قد كان أدهشني
(Stlh itu) datanglah sosok yg membuatku gemetar, saat mata ini menatapnya
Karena tampang yang sangat menakutkan orang yg melihatnya

من منكر ونكير ما أقول لهم                   قد هالني أمرهم جداً فأفزعني
Itulah malaikat Munkar dan Nakir… Apa yg akan ku katakan pada mereka?!
Di saat mereka benar-benar telah membuatku sangat takut dan kaget tiada tara

وأقعدوني وجَدُّوا في سؤالهم                   مالي سواك إلهي من يخلصني
Mereka mulai mendudukkanku, dan mengintrogasiku
Sungguh ya Tuhan, tiada seorang pun selain Engkau yg dpt menyelamatkanku

فامنن عليّ بعفوٍ منك يا أملي                  فإنني موثق بالذنب مرتَهَن
Maka berikanlah maaf-Mu padaku, wahai Harapanku
Sungguh aku sekarang terjerat & tergadai oleh dosa-dosaku

تقاسم الأهل مالي بعدما انصرفوا               وصار وزري على ظهري فأثقلني
Adapun keluargaku… setelah pulang, mereka membagi-bagi hartaku
Di lain sisi, dosa-dosaku menjadi semakin terasa berat di pundakku

واستبدلت زوجتي بعلاً لها بعدني               وحكمته على الأموال والسكن
Sedang istriku… ia mencari suami lain yang menjadi pengganti sepeninggalku
Lalu menyerahkan kekuasaan harta & rumah padanya (yg dulunya adlh milikku)

وصيرت ولدي عبداً ليخدمها                  وصار مالي لهم حلاّ بلا ثمن
Adapun anakku… mereka berubah menjadi budaknya yg harus melayaninya
Sedang hartaku… sekarang semuanya menjadi halal & barang gratis utk mereka

فلا تغرنك الدنيا وزينتها                      وانظر إلى فعلها في الأهل والوطن
Oleh karena itu, janganlah engkau terkecoh dengan dunia & perhiasannya!
Lihatlah apa yang diperbuat  dunia kepada tempat tinggal dan penghuninya

وانظر إلى من حوى الدنيا بأجمعها              هل راح منها بغير الحنط والكفن
Lihatlah orang yang berhasil mengumpulkan dunia seisinya
Apakah ia akan pergi dari dunia dg selain hanuth & kafannya?!

خذ القناعة من دنياك وارض بها                لو لم يكن لك إلا راحة البدن
Bersikaplah qona’ah dan rela terhadap dunia!
walau kau hanya memiliki badan yang sehat (dan hidup sederhana)

يا زارع الخير تحصد بعده ثمراً          يا زارع الشر موقوف على الوهن
Wahai penanam kebaikan… pasti kau nanti akan memanen buahnya
Wahai penanam keburukan… pasti kau akan dimintai tanggung jawabnya

يا نفس كفي عن العصيان واكتسبي              فعلا جميلا لعل الله يرحمني
Wahai jiwa ini, berhentilah menjalani maksiatmu
Dan mulailah beramal yang baik, semoga Alloh merahmatimu

يا نفس ويحك توبي واعملي حسنا           عسى تجازَيْن بعد الموت بالحسن
Wahai jiwa ini, segeralah bertaubat dan lakukanlah kebaikan
Semoga engkau raih balasan kebaikan, saat melewati kematian

ثم الصلاة على المختار سيدنا                 ما وضَّأَ البرق فى شام وفي يمن
Semoga sholawat tercurahkan kepada Nabi yang terpilih dan mulia
Selama kilat masih menerangi negeri Syam dan dataran Yaman

والحمد لله ممسينا ومصبحنا               بالخير والعفو والإحسان والمنن
Segala puji bg Alloh, yg ketika pagi & sore selalu memberi kita kebaikan
Juga maaf, ke-ihsan-an, dan banyak lagi pemberian
Read more
Tuesday, January 8, 2013 | 11:16 PM | 0 Comments

Perempuan Mahal Vs Perempuan Murah


Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…..
Mengapa perempuan Muslim harus menutup auratnya?
Wajib sebagaimana diperintahkan ALLAH dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi?
Kalau tidak melaksanakan berdosa?
Benar..
Tapi mari kita kesampingkanlah dululah alasan perintah ini.
Kita mafhum, melaksanakan sesuatu krn dasarnya perintah menunjukkan kesadaran diri yang rendah.
Mari kita mendasarkan pd kesadaran diri saja mari memahami ini dngn akal sehat saja.
Bila nanti kata akal sehat saja harus, maka benarlah perintah agama.
Pantas ALLAH & Rasul-Nya memerintahkannya.

Ini akan lebih kuat menancap dalam hati dibandingkan yang dasarnya karena perintah.
Kita akan lebih kuat melaksanakan sesuatu bila sudah sadar bahwa itu memang keharusan
Seorang anak akan rajin belajar dengan sendirinya bila menyadari bahwa belajar itu penting krn akan menentukan masa depannya sendiri tanpa harus disuruh-suruh.
Perempun Muslim yang sudah menutup aurat dengan benar & konsisten itu karena ada kesadaran dalam dirinya….
Sementara yang belum juga krn belum adanya kesadaran dalam dirinya Bila diri belum sadar..
Walaupun ceramah didengarkan setiap hari, walaupun ayat Al-Qur’an dibacakan ratusan kali tetap saja seseorang tidak akan tergerak melaksanakan sebuah keharusan
Mungkin sebenarnya semua perempuan Muslim sudah tahu bahwa menutup aurat sesungguhnya adalah persoalan memuliakan harga diri perempuan.
Dalam Islam perempuan itu makhluk yg mulia dan dimuliakan
Dengan menutup aurat agama bermaksud menjaga harga diri & kehormatannya.
Ilustrasi yang paling tepat mengibaratkan perempuan Muslim adalah perhiasan atau barang mahal.
Barang Mahal memiliki ciri-ciri :
1. Dijual di toko berkelas
2. Disimpan di etalase yang hanya bisa dipandang dibalik kaca
3. Disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh isinya
4. Tidak bisa dicoba dulu
5. Harganya mahal dengan jaminan memuaskan
6. Bergaransi.
Kebalikan dari barang Mahal adalah barang Murah.
Ciri-cirinya:
1. Adanya di toko murah, di emperan atau di pasar
2. Tidak disegel
3. Diobral
4. Boleh dicoba, bebas disentuh-sentuh,
5. Dipegang-pegang, dicoba berulang kali oleh banyak orang
6. Setelah dicoba boleh tidak jadi dibeli
7. Tidak ada garansi.
Nah..,Islam memperlakukan perempuan persis seperti barang mahal tersebut…
Diibaratkan dua jenis tadi: “Toko berkelas” adalah keluarganya yang bermartabat yang taat pada agama;
“Disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh” adalah prinsip dibalik busana Muslimahnya “Tidak bisa dicoba dulu” adalah menjaga kehormatan.
Tidak bisa memesrai dan menggaulinya tanpa menikahinya dulu; “Harganya mahal” adalah pembelinya harus laki” yang juga mahal (terjaga akhlak dan kepribadiannya).
Laki-laki murahan tidak akan sanggup karna tidak akan berani.
Malu mendapatkannya & merasa dirinya tidak seimbang.. “Bergaransi” adalah orisinial, dijamin masih gadis & belum disentuh laki” lain. Adalah jelas, menutup aurat adalah menjaga diri, mensegel diri, menghormati diri, memuliakan diri.
Perempuan yang menutup auratnya (dengan benar dan akhlaknya terjaga)Adalah barang mahal yg tersimpan dalam etalase terjaga dalam sebuah kotak yg tidak bisa dibuka, tersegel, tidak bisa disentuh dan harganya mahal.
Sebaliknya, perempuan yg membuka auratnya (betis, paha, lengan, rambut, leher dan dada, apalagi lebih dari itu) adalah “barang obralan” yg murah tidak perlu repot-repot, ingin membukanya karena ia sudah terbuka (tidak ditutup) silahkan bebas menatap & menyentuh 2 (dalam kebebasan pergaulan dan persahabatan) dan “merasakannya” (dalam pacaran). Kalau sudah tidak suka lagi atau tidak cocok, boleh tidak jadi memilikinya. Jadilah, ia barang bekas. Barang bekas tentu tidak berkualitas, murah, karena sudah dipakai orang.
Mengapa perempuan yang seharusnya mahal menjadi murah?
Sabda Nabi, karena hilangnya rasa malu: “Al-hayu-u minal iman” (malu itu sebagian dari iman). “Iman itu ada tujuh puluh cabang dan malu adalah salah satunya” (HR. Muslim).
“Segala sesuatu ada penegurnya (penjaganya), dan penegur hati adalah rasa malu!” . Sangat menyedihkan, bila dulu perempuan malu kelihatan auratnya
Sekarang malah bangga mempertontonkannya.Maka berbaju ketat menjadi mode, bercelana pendek berarti gaul dan menonjolkan payudara adalah kebanggaan. Rasa malu hilang dari perasaan perempuan.
Bila perempuan sudah kehilangan rasa malu itu berati kehancuran negara, masyarakat dan keluarga.
Maka benarlah, “perempuan membuka auratnya dlm kehidupan sosial adalah salah satu sumber kerusakan moral seksual masyarakat termasuk dalam masyarakat Muslim.”
Dan iblis pun pernah berkata:
“Perempuan adalah alat senjataku yg paling ampuh untuk menyesatkan anak adam.
Ia seperti anak panah. Sekali kulepaskan dari busurnya, jarang meleset!”Sehubungan dngn ilustrasi barang mahal tadi, ada beberapa pertanyaan:
(1) Bagaimana dengan perempuan yang berkerudung menutup auratnya tapi tidak menjaga akhlaknya, bebas pacaran, bermesraan dan banyak disentuh” apalagi sudah tidak perawan Maka jawabannya adalah: ia adalah “barang mahal” yang palsu aslinya murah bungkusnya pun murah (hanya simbol) sehingga gampang dibuka dan dicoba. Ia barang tipuan yg tanpa sadar sedang menipu dirinya sendiri.
(2) Bagaimana dengan perempuan yang merasa tidak perlu menutup aurat yang penting bisa menjaga diri sehingga ttp menganggap dirinya perempuan terhormat? Jawabannya adalah: Kalau benar” bisa menjaga diri, ia adalah barang mahal yang diobral. Barang bagus yg diobral tetap saja lebih murah dan lebih rendah nilainya dari barang mahal yang tidak diobral.
(3) Bagaimana dengan perempuan yang mengatakan:
“Ah, yang berkerudung juga banyak yang kelakuannya parah, mendingan begini, gak berkudung tapi punya prinsip”? Itu artinya menutupi keengganannya dgnn kesalahan.
Lain kata, lari dari satu kesalahan & bersembunyi dalam kesalahan yang lain.
(4) Bagaimana dengan perempuan yang berusaha mengutak-ngatik pengertian
“aurat” dengan logikanya kemudian berkesimpulan menutup aurat itu tidak perlu? Maka ia adalah orang yang memaksan dan ‘memperkosa’ dirinya sendiri agar harganya murah.
(5) Bagaimana dengan perempuan dan laki” termasuk ulama yg ahli agama, ahli tafsir dan mengatakan menurup aurat itu tidak perlu (karena pengertian sebenarnya tentang aurat bukan yang secara konvensional difahami)? Maka sesungguhnya ia sedang melegitimasi penolakannya pada perintah ALLAH & tuntunan Nabi atau melegitimasi penolakannya dengan ilmu agamanya sendiri (ini paling ironis dan paling berat pertanggungjawabannya kelak).
Ingat, ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak menumbuhkan kesadaran malah menjadi penolakan pada kebenaran dan perintah ALLAH sendiri.
Perintah agama begitu masuk akal, rasional dan sangat jelas untuk memuliakan kaum perempuan.
Menghadapi perintah Allah hanya satu jawabannya: “Sami’na wa atha’na” (Kami dengar dan kami taat).Ilustrasi-ilustrasi. di atas hanya untuk menguatkan bahwa perintah agama sebenarnya berlandaskan akal sehat Tapi, tentu saja, apakah ingin menjadi barang mahal atau barang murah jelas sebuah kebebasan.
Bener kok kalimat ini: HIDUP ITU ADALAH PILIHAN !
So, Silahkan memilihnya sendiri. Bebas2 saja kok.
Mau sadar atau tidak kitalah yg menentukan!!
Mau selamat atau celaka kelak di akhirat kitalah yg menanggungnya.
Mengapa manusia banyak yang merasa nyaman dalam kesalahan dan ketaksadaran?
Karena ALLAH tidak langsung menghukum setiap pelanggaran yang kita perbuat.
Dia memberikan waktu yang panjang kepada kita untuk berfikir dan berubah untuk bertaubat memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.
Itulah kasih sayang-Nya yang tiada tara pada hamba-Nya sebelum celaka di akhirat kelak
Masihkan kita akan menyia-nyiakan kesempatan?
Smoga Dapat Diambil Manfaat bagi qt Semua
Read more
 
Copyright Sarang Ilmu © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.