APA ITU RIBA
Riba di dalam bahasa Arab berarti “bertambah”. Maka segala sesuatu yang bertambah dinamakan riba.
Menurut istilah, riba berarti : menambahkan beban kepada pihak yang
berhutang (riba hutang piutang) atau menambahkan takaran saat melakukan
tukar menukar 6 komoditi (emas, perak, gandum, syair, kurma dan garam)
dengan jenis yang sama, atau tukar menukar emas dengan perak dan makanan
dengan makanan dengan cara tidak tunai (dikenal dengan Riba Jual Beli).
LARANGAN RIBA DALAM AL QURAN DAN AS SUNNAH
Tidak seorang muslim pun yang menyangkal haramnya hukum riba. Teks Al
quran begitu jelas menyatakan bahwa Allaah telah mengharamkan riba.
Allaah berfirman,
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Al baqarah ayat 275
Kemudian Allaah juga memerintahkan orang-orang beriman untuk menghentikan praktik riba. Allaah berfirman,
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan
sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Al
baqarah 278
Dan Allaah mengancam akan memerangi orang-orang yang tidak menuruti perintahNya untuk meninggalkan riba. Allaah berfirman,
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Al baqarah 279
Di dalam hadist Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan
agar seorang muslim menjauhi riba karena riba termasuk salah satu dari
tujuh dosa besar. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Jauhi tujuh hal yang membinasakan! Para sahabat berkata, “wahai
Rasulullaah! Apakah itu? Beliau bersabda, “syirik kepada Allaah, sihir,
membunuh jiwa yang diharamkan Allaah tanpa haq, memakan harta riba,
memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh wanita
beriman yang lalai berzina (muttafaq ‘alaih).
Begitu besarnya dosa riba, pantas Rasulullaah melaknat pelakunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallaahu ‘anhu,
Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengutuk orang yang makan
harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi
transaksi riba. Mereka semua (berdosa). HSR. Muslim).
DAMPAK RIBA
Seorang muslim meyakini bahwa segala sesuatu yang diharamkan Allaah
pasti berdampak buruk terhadap manusia. Karena Allaah Maha Bijaksana dan
tidak mungkin melarang sesuatu yang berguna bagi hambaNya.
Tak ayal lagi, riba yang diharamkan oleh Allaah yang merupakan salah
satu dosa besar pasti berakibat buruk terhadap pribadi, masyarakat dan
ekonomi. Berikut ini penjelasan beberapa dampak buruk riba.
1.Dampak Riba terhadap Pribadi
dr Abdul Aziz Ismail (dosen di salah satu fakultas kedokteran di
Mesir) dalam bukunya “Islam dan Kedokteran Modern” menyatakan bahwa riba
merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit gangguan
jantung. Dikarenakan seorang Murabi (rentenir/pelaku riba) memiliki
sifat tamak dan kikir terhadap harta bahkan sampai pada tahap sebagai
pemuja harta. Padahal roda ekonomi berputar tidak selamanya searah dan
teratur. Maka tatkala terjadi gunjang ganjing ekonomi tidak jarang
penyakit jantung, bahkan berakibat stroke, pendarahan di otak dan mati
mendadak.
Seorang murabi sebagai pemuja harta tidak memiliki sifat belas kasih.
Padahal sifat belas kasih sangat dibutuhkan oleh setiap pribadi. Karena
sifat ini merupakan ciri khas manusia maka orang yang tidak memilikinya
dikatakan tidak berperikemanusiaan. Dalam kenyataannya, rentenir
dikenal dengan julukan lintah darat, dimana dia menghisap darah orang
yang diberi kredit tanpa rasa belas kasih. Dia tidak memperdulikan isak
tangis dan rintihan orang yang diberinya kredit untuk diberi kesempatan
agar dapat membayar hutang dan bunganya. Dia serta merta menyita rumah
dan tanah penerima kredit untuk menutupi hutang dan bunga tanpa
memikirkan kondisi si miskin
Dan sifat prikemanusiaan tersebut bukan saja dicabut dari hati murabi
perorangan, termasuk juga murabi dalam bentuk sebuah institusi.
Di awal pertengahan tahun 2011 salah satu bank internasional di
Indonesia melakukan tindak kekerasan fisik terhadap salah satu seorang
pemegang kartu kreditnya di dalam salah satu ruangan di kantor pusat
bank tersebut, yang berakibat kepada kematian nasabah tersebut. Tindakan
kekerasan tersebut disebabkan pemegang kartu tidak mau membayar bunga
yang jauh lebih besar dari perkiraannya. Dikarenakan korban merupakan
salah satu seorang pengurus pusat partai politik di Indonesia kasusnya
dibahas oleh DPR. Dan DPR merekomendasi kepada BI untuk menjatuhkan
sanksi terhadap bank tersebut atas tindakan pelanggaran HAM yang
dilakukannya.
2.Dampak Riba terhadap kehidupan bermasyarakat
Ciri khas masyarakat madani ditandai dengan hubungan saling mengasihi
dan saling mencintai antara individu anggota masyarakat, bagaikan satu
tubuh. Bila salah satu organnya sakit maka organ yang lain juga
merasakan perihnya. Kondisi ini tidak mungkin tercipta, jika terdapat
seorang anggota masyarakat yang melakukan praktik riba. Karena ia tanpa
perikemanusiaan selalu berusaha menghisap harta setiap anggota
masyarakat yang lainnya.
Dalam “mausu’ah iqtishadiyyah (ensiklopedi ekonomi) disebutkan, “riba
memainkan peranan penting dalam kehancuran masyarakat terdahulu…dimana
pemberi pinjaman tanpa belas kasih menyita kebun para penerima pinjaman
jika mereka tidak mampu membayar hutang yang menjadi berlipat ganda
karena ditambah bunga. Jika harga kebun belum mencukupi untuk menutupi
hutang yang sudah berlipat ganda itu maka mereka merampas hak
kemerdekaan para peminjam dan menjadikan mereka para budak yang
diperjualbelikan.
Bila para penerima pinjaman tersebut sudah tidak lagi memiliki rumah
tempat dan lahan bercocok tanam untuk menutupi kebutuhan pokok mereka
dan keluarganya, sangat mungkin mereka akan menempuh jalan pintas yang
tidak terhormat guna menyambung hidup mereka dan anak-anak mereka. Maka
bermunculanlah berbagai tindak kejahatan: pencurian, penodongan,
perampokan, dan lain sebagainya.
Demikian hilanglah rasa aman dan ketentraman dalam masyarakat
tersebut berganti menjadi: ketakutan, penindasan, dan tidak jarang
berakhir dengan pembunuhan.
3.Dampak riba terhadap Ekonomi
Banyak akibat buruk riba yang dijelaskan oleh para ekonom muslim dan non muslim terhadap ekonomi, di antaranya :
a.Riba merusak sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan penggerak utama roda ekonomi. Maka
rusaknya sumber daya manusia berarti rusaknya ekonomi Negara tersebut.
Ar Razy (wafat 606 H) dalam tafsirnya menjelaskan bagaimana peranan riba
menciptakan manusia yang malas bekerja dan takut mengambil resiko untuk
mengembangkan hartanya.
b.Riba merupakan penyebab utama terjadinya Inflasi
Inflasi adalah keadaan perekenomian yang ditandai oleh kenaikan harga
secara cepat sehingga berdampak menurunnya daya beli sebuah mata uang.
Penyebab utama terjadinya inflasi adalah riba, karena produsen yang
mendapatkan modal dari pinjaman berbunga pasti akan menambahkan bunga
yang harus dibayarnya kepada debitur, dengan memasukkannya ke dalam
harga barang yang diproduksinya. Jadi harga jual barang yang diproduksi
sama dengan biaya produksi ditambah bunga. Dapat dibayangkan betapa
besar kezaliman yang diakibatkan oleh riba yang merupakan penyebab utama
inflasi. Dimana lebih dari 200 juta penduduk Indonesia akan merasakan
dampaknya, yaitu berkurangnya daya beli uang yang mereka dapatkan dari
hasil jerih payah yang dikumpulkan dalam kurun waktu yang tidak
sebentar. Lalu daya beli uang yang terkumpul tersebut mendadak turun
dalam sekejap mata saat terjadi hiperinflasi.
c.Riba menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi
Seorang ekonom ternama Jhon Maynard Keynes menyimpulkan bahwa riba
merupakan penghalang utama kemajuan gerak ekonomi. Ia berkata, “suku
bunga menghambat pertumbuhan ekonomi, karena suku bunga menghalangi
lajunya gerak modal menuju kebebasan. Jika suku bunga mungkin dihapuskan
maka modal akan bergerak laju dan tumbuh dengan cepat.
d.Riba menciptakan kesenjangan social
DR Schact Hjalmar ekonom Jerman yang pernah menjabat direktur bank
Reichs pernah berujar dalam pidatonya di Syria, “berdasarkan hitungan
matematika bahwa harta di dunia akan dikuasai oleh segelintir orang
pemberi modal dalam bentuk riba, karena ia tidak akan pernah mengalami
kerugian dan sebaliknya si penerima pinjaman dihadapkan kepada kenyataan
untung-rugi.
Kesenjangan social di berantas oleh Islam dengan penerapan zakat dan
pelarangan riba. Karena Islam menginginkan harta yang merupakan karunia
Allaah selayaknya dinikmati oleh sebanyak mungkin umat manusia. Saat
menjelaskan pembagian rampasan perang Allaah menyebutkan hikmahnya yaitu
: keadilan social di segenap lapisan umat. Allaah berfirman, Apa saja
harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang
berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat
Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam
perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang
kaya saja di antara kamu. Al quran al Hasyr ayat 7
e.Riba Faktor utama terjadinya krisis Ekonomi Global
Dalam buku Krisis Ekonomi Global dan Solusi Ekonomi Islam dijelaskan
bahwa factor utama penyebab krisis adalah RIBA. Karya DR Samir Kantakji,
Al Azmah al Maaliyah al Alamiyah hal.34
Kronologisnya sebagai berikut:
Dalam rentang tahun 2002-2006 suku bunga (riba) bank di Amerika cukup
rendah sedangkan harga property mengalami kenaikan yang cukup tajam,
maka pengajuan kredit property warga Amerika meningkat. Hal ini disambut
baik oleh bank-bank konvensional dengan memudahkan pemberian kredit.
Sebagaimana di maklumi bahwa suku bunga tidak tetap, naik-turun seiring
dengan naik-turunnya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral.
Pada awal tahun 2006 terjadi perubahan drastic, dimana suku bunga bank
naik sedangkan harga property turun. Maka para kreditur tidak memiliki
pilihan selain menghentikan angsuran kredit karena angsuran yang harus
mereka bayar begitu besar akibat kenaikan suku bunga bank, juga tidak
senilai dengan harga property yang mereka beli akibat menurunnya harga
property. Maka terjadilah kredit macet. Dengan terjadinya kredit macet,
institusi keuangan Amerika menjadi lumpuh sehingga beberapa bank
mengumumkan jatuh pailit. Itulah penyebab awal terjadinya krisis ekonomi
global.
Bank sentral Amerika untuk menghadapi krisis kredit perumahan dengan
menurunkan suku bunga hingga mencapai 1 persen untuk meredam ketatnya
likuiditas. Dengan demikian, mereka hanya bermain dengan menurunkan dan
menaikkan suku bunga (RIBA).
Dalam salah satu kunjungan wakil menteri keuangan Amerika Serikat
yang bernama Robert Keymet ke Riyadh Saudi Arabia, ia mengatakan system
perbankan dan Ekonomi Islam merupakan prioritas kajian pemerintah
Amerika Serikat dalam rangka menyelamatkan ekonominya. Harian al Jazirah
Riyadh 26 Oktober 2008
Sebenarnya jauh sebelum itu pada tahun 1930, Mr. Athur Kinston
berujar lantang di hadapan komite keuangan dan industry Mc Millan
setelah terjadinya great depression yang melumpuhkan Wall Street, saya
adalah ANTI RIBA dalam segala bentuknya, RIBA merupakan kutukan dunia
semenjak kemunculannya, RIBA telah menghancurkan imperium-imperium
terdahulu dan imperium ini, dan akan MENGHANCURKAN IMPERIUM YANG
LAINNYA. DR. SULAIMAN AL ASYGAR, QODHAYA FIQHIYYAH MUASHIRAH JILID II,
HAL.73
DIKUTIP DARI BUKU HARTA HARAM MUAMALAH KONTEMPORER KARYA DR. ERWANDI
TARMIZI MA. Cetakan pertama (FEBRUARI 2012) hal. 313 s/d 328 dengan
pengeditan dan peringkasan seperlunya. WALHAMDULILLAAH.
Browse » Home »
renungan diri
» MENGAPA KITA HARUS MENJAUHI RIBA
Wednesday, May 27, 2015 | 7:18 PM | 0 Comments
0 comments:
Post a Comment