Setiap
manusia akan mendapatkan cobaan dari Allah, yaitu berupa sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
manusia akan mendapatkan cobaan dari Allah, yaitu berupa sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.
Allah
telah menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Namun, hal itu berat
kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Sholat merupakan salah satu ibadah yang
didirikan untuk mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati
menjadi tenteram. Sesungguhnya mengingat Allah /sholat (QS. Al Ankabuut
(29):45) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain).
telah menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Namun, hal itu berat
kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. Sholat merupakan salah satu ibadah yang
didirikan untuk mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati
menjadi tenteram. Sesungguhnya mengingat Allah /sholat (QS. Al Ankabuut
(29):45) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain).
Setiap
perbuatan dosa menimbulkan titik hitam di hati dan keresahan. Semakin banyak
berbuat dosa titik hitam semakin banyak. Kita pun semakin tersiksa dan semakin
tidak tenang. Namun, jika kita tidak bertobat dan terus-menerus dalam
kemaksiatan mungkin suatu saat ‘alarm’ kita mati, sehingga walaupun kita
berbuat dosa kita tidak merasa bersalah. Sholat mencegah seseorang dari
melakukan perbuatan keji dan munkar.
perbuatan dosa menimbulkan titik hitam di hati dan keresahan. Semakin banyak
berbuat dosa titik hitam semakin banyak. Kita pun semakin tersiksa dan semakin
tidak tenang. Namun, jika kita tidak bertobat dan terus-menerus dalam
kemaksiatan mungkin suatu saat ‘alarm’ kita mati, sehingga walaupun kita
berbuat dosa kita tidak merasa bersalah. Sholat mencegah seseorang dari
melakukan perbuatan keji dan munkar.
Rasulullah SAW.
bersabda:
bersabda:
Dari
Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW. telah berkata: “Barangsiapa yang melepaskan
dari orang mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah
akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa
yang menutup malu (aib) orang muslim, pasti Allah akan menutup malunya di dunia
dan akherat. Dan Allah tetap bersedia menolong hamba-Nya selama hamba itu suka
menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surge. Dan apabila berkumpul suatu kaum
dari rumah-rumah Allah (masjid), dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya sesame
mereka, maka turun atas mereka ketentraman, dan mereka diliputi dengan rahmat
dan dikelilingi oleh malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam golongan yang
ada pada-Nya (para malaikat yang menghadap pada-Nya), dan barangsiapa yang
lambat amalannya, maka tidak akan dipercepatkan mengangkat derajatnya. (HR.
Muslim)
Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW. telah berkata: “Barangsiapa yang melepaskan
dari orang mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah
akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa
yang menutup malu (aib) orang muslim, pasti Allah akan menutup malunya di dunia
dan akherat. Dan Allah tetap bersedia menolong hamba-Nya selama hamba itu suka
menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surge. Dan apabila berkumpul suatu kaum
dari rumah-rumah Allah (masjid), dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya sesame
mereka, maka turun atas mereka ketentraman, dan mereka diliputi dengan rahmat
dan dikelilingi oleh malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam golongan yang
ada pada-Nya (para malaikat yang menghadap pada-Nya), dan barangsiapa yang
lambat amalannya, maka tidak akan dipercepatkan mengangkat derajatnya. (HR.
Muslim)
Ketenangan
hati tidak lain hanya bisa dicapai dengan kembali kepada fitrah, dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Masuk Islam secara
kaaffah. Setiap menyadari bahwa kita telah berbuat dosa, segeralah bertobat dan
memperbaiki diri.
hati tidak lain hanya bisa dicapai dengan kembali kepada fitrah, dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Masuk Islam secara
kaaffah. Setiap menyadari bahwa kita telah berbuat dosa, segeralah bertobat dan
memperbaiki diri.
0 comments:
Post a Comment