| Rasulullah saw lebih pemalu dari seorang gadis dalam pingitan. Bila beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya kami tahu dari raut wajahnya |
| Hadist riwayat Bukhari |
| Jika mati seorang anak Adam maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya |
| Hadist riwayat Muslim |
| "Ummat-ummat terdahulu akan berkoalisi hendak menguasai kalian, seperti berkumpulnya jago-jago makan ketika menyantap makanan". Sahabat bertanya: "apakah karena jumlah kami yang sedikit pada saat itu." Nabi s.a.w menjawab: "bahkan jumlah kalian saat itu, justru sangat banyak. Akan tetapi tak ubahnya seperti buih banjir. Allah mencabut rasa takut pada musuh kalian, sebaliknya Allah menanamkan di hati kalian penyakit wahn". Sahabat kembali bertanya: "apa itu penyeakit wahn." Nabi s.a.w bersabda: "cinta dunia dan takut mati." |
| Hadist riwayat Abu Dawud, Ahmad, Imam Ar-Ruyani |
| Shalatlah di tanah, jika mampu. Bila tidak, kerjakan dengan isyarat. Jadikanlah sujudmu lebih rendah dari rukukmu |
| Hadist riwayat Baihaqi |
| diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "seandainya bidadari dari surga menampakkan dirinya kepada penduduk dunia, cahaya tubuhnya akan berpendaran meliputi ruang antara langit dan bumi, dan kerudung rambutnya lebih elok daripada dunia dan segala isinya". |
| Hadist riwayat Bukhari |
| Aku bertanya kepada Ayah (Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasulullah saw di tengah-tengah sahabatnya. Ayah berkata : Rasulullah selalu menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapapun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pemah mencela, tidak pemah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur-ulur waktu dan tidak tergesa-gesa. Beliau meninggalkan tiga hal yaitu, riya, boros, dan sesuatu yang tidak berguna, Rasulullah saw juga tidak pemah mencaci, menegur kesalahan dan tidak mencari kesalahan orang, tidak bicara kecuali yang bermanfaat dan berpahala, kalau beliau berbicara maka yang lain diam dan menunduk, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar dalam menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang tertimpa musibah (kesusahan), tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya |
| Hadist riwayat Tirmizi |
| Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berhari rayalah kalian karena melihat hilal, maka jika tersembunyi daripadamu maka cukupkan bilangan Sya'ban tiga puluh hari. |
| Hadist riwayat Bukhari, Muslim |
| Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata: Seorang Badui menghadang Nabi saw. di tengan jalan, lalu memegang kendali unta kendaraan Nabi saw. dan bertanya: Ya Rasulullah, beritakan kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga. Maka sahabat bertanya-tanya: Mengapa, mengapa orang itu? Jawab Nabi saw.: Ada kepentingannya. Lalu Nabi saw. menjawab: Hendaknya engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, dan menunaikan (mengeluarkan) zakat dan menghubungi famili (kerabat). Kemudian Nabi saw. berkata padanya: Lepaskan kendali unta itu. |
| Hadist riwayat Bukhari, Muslim |
| Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw selalu berdoa kepada Allah: "ya Allah ! aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, azab neraka, fitnah hidup, fitnah mati, dan dari fitnah Dajjal". |
| Hadist riwayat Bukhari |
| Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda, "ketika seorang lelaki duduk di antara empat bagian tubuh seorang perempuan dan melakukan hubungan badan dengannya, maka ia wajib mandi" |
| Hadist riwayat Bukhari |
Browse » Home »
renungan diri
» mutiara Hadist
Sunday, October 17, 2010 | 9:39 PM | 0 Comments
0 comments:
Post a Comment