Lirik Lagu Sinopsis Film Gaya Hidup
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris
Kare Kambing Pasar Turi
Handphone-PDA Elektronik komputer-Perangkat Lunak
jasa Rent Car jasa pembuatan website Jasa Fotografi jasa pembuatan desain grafis
Movie Musik movie Box office musik Terlaris
Sunday, October 17, 2010 | 12:00 AM | 0 Comments

SHALAT & PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah 
kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang 
memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang 
bertakwa.(QS.Thaha 132)

      Tugas utama.

                  Ayat diatas mengingatkan kepada para kepala keluarga atau 
seorang suami, bahwa kewajiban utama mereka dalam rumah tangga adalah mendidik 
isteri dan anak anak mereka agar mendirikan shalat. 

                  Mendidik keluarga agar mendirikan shalat sekaligus mendidik 
mereka untuk belajar agama Islam. Bagaimana mereka akan shalat kalau mereka 
tidak pandai membaca al-Quran. Bagaimana mereka akan mendirikan shalat kalau 
pengetahuan agama mereka tidak memadai..

                  Mendidik anak untuk shalat artinya juga mendidik mereka agar 
menjadi anak yang saleh yang mengerti dan memahami tanggung jawab mereka pada 
agama, bakti mereka pada orang tua, nusa dan bangsa.

                  Mendidik anak untuk shalat artinya juga mendidik anak agar 
menjadi anak yang saleh, ta'aat beribadat dan berakhlaq mulia. Semuanya itu 
adalah tanggung jawab orang tua dihadapan Allah swt. 

                  Ayat diatas mengingatkan para orang tua bahwa mereka tidak 
akan ditanya Allah tentang rezeki, makan dan minum serta pakaian anak, karena 
semua itu sudah dijamin Allah. Yang akan ditanya dan diminta Allah pertanggung 
jawaban yang utama adalah mengenai shalat anak dan isteri. Apakah sang suami 
sudah menjaga shalat isterinya, apakah sang suami isteri telah memelihara 
shalat anak-anaknya? Inilah tanggung jawab utama diakhirat kelak.

                  

                  Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw juga 
mengingatkan;"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah (islam), ibu 
bapanyalah yang harus bertanggung jawab dihadapan Allah nantik jika anaknya itu 
menjadi orang Yahudi, Nasrani atau orang Majusi"(HR.Bukhari Muslim)

                  Rasulullah saw. Juga mengingatkan para orang tua mengenai 
tanggung jawab shalat anak  mereka: "Suruhlah anakmu shalat jika dia sudah 
berumur tujuh tahun, dan pukullah anakmu jika sudah berumur sepuluh tahun belum 
juga mengerjakan shalat"(HR.Bukhari Muslim)

                  Selanjutnya Allah mengingatkan "Akibat baik" atau kebahagiaan 
orang tua adalah bila anaknya menjadi seorang yang bertaqwa., kebahagiaan  
seorang suami ialah bila isterinya seorang yang bertaqwa.

      Realita masyarakat kita.

                  Realita masyarakat kita bertolak belakang dengan pesan ayat 
diatas. Para orang tua merasakan bahwa tanggung jawab utama mereka hanyalah 
memberikan makan, minum dan pakaian anak, sedangkan mendidik anak untuk shalat 
atau beragama mereka anggap  hanyalah  pelengkap saja, bahkan ada yang 
menganggap itu bukan tugas mereka, tapi tugas para ustadz dan ulama.

                  Orang tua merasakan bahwa tugas mereka adalah untuk mendidik 
anak mereka dengan ilmu yang memenuhi kepala mereka, sedangkan mendidik anak 
dengan agama yang mengisi dada mereka bukanlah tugas mereka yang utama.

                  Para orang orang tua sangat merisaukan apa yang akan dimakan 
anaknya kelak kalau dia tidak sempat mewariskan harta yang banyak sebanyak 
bekal anak sepeninggal mereka; sebaliknya mereka tidak sedikitpun merasa risau 
kalau meninggalkan anaknya dalam kedaaan tidak pandai atau tidak pernah shalat, 
padahal shalat itulah yang akan dipertanggung jawabkan kelak. Jika orang tua 
meninggal anaknya tanpa bekal yang akan dimakan, percayalah sianak akan pandai 
mencari makan untuk dirinya dengan berbagai macam cara; akan tetapi bila 
ditinggalkan anak tidak tahu cara shalat, jangan diharapkan sepeninggal orang 
tuanya akan pandai pula mencari tempat belajar shalat.

                   Karena itu tidak heran banyak anak-anak generasi sekarang 
yang  tidak pandai membaca Al-Quran. Bukan hanya anak-anak, tapi juga tidak 
sedikit para mahasiswa yang tidak pandai membaca al-Quran, tidak shalat, tidak 
tahu menahu dengan agama sama sekali karena memang mereka tidak pernah mengecam 
pendidikan agama dalam rumah tangga orang tuanya. Dan orang tuanya juga tidak 
punya minat untuk mengirim anaknya belajar dilembaga pendidikan agama swasta, 
sementara porsi pelajaran (bukan pendidikan) agama disekolah sekolah negeri 
sangat minim, rata rata hanya sekali dalam satu mingu. Orang tua betul betul 
hampir tidak punya kepedulian pada pendidikan agama anaknya, bahkan tidak 
sedikit orang tua yang mencabut anaknya dari madrasah atau taman pendidikan 
al-Quran karena anaknya akan masuk les sempoa atau les bahasa inggris atau 
les-les lainnya untuk mengejar pretesi akademik anak dengan mengorbankan 
pendidikan agama anaknya.. Karena itulah akhirnya kepala anak mereka penuh 
dengan ilmu sedangkan dada mereka kosong dari agama dan moral , sementara 
disekitar mereka godaan dan tantangan yang akan menjerumuskan aqidah dan akhlaq 
merka, seperti halnya tontonan tv. Vcd. Dvd. Tempat-tempat hiburan dan tempat 
maksiat yang bertebaran dimana mana betul dahsyat dan sangat mengerikan.

       Kenakalan dan  kemaksiatan remaja, tumbangnya korban-korban narkoba di 
lingkungan anak-anak dan remaja kita, pada umumnya adalah akibat orang tua yang 
sudah tidak punya kepedulian lagi pada pendidikan agama anaknya, tidak peduli 
lagi anaknya shalat atau tidak, yang selalu dikontrol hanyalah pe er (pekerjaan 
rumah) anak, sedangkan shalat dan bacaan al-Quran anak tidak pernah mereka 
kontrol.

      Dalam hal inilah Allah swt. memperingatkan para orang tua agar 
menyelematkan diri dan keluarga mereka dari bahaya neraka yang mengancam 
mereka, baik neraka di dunia apalagi neraka akhirat:

      Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api 
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya 
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa 
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang 
diperintahkan.(QS.At-Tahrim 66:4)

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright Sarang Ilmu © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.